Makam Eyang Papak

shares

Untuk dapat mengenal dan mengetahui beberapa jejek peninggalan sejarah dan dakwah penyebaran agama Islam, di daerah Garut, anda dapat mengunjungi jejak sejarah dimakam Cinunuk yang memang cukup terkenal di Garut. Kawasan ini merupakan pembaringan terakhir seseorang yang cukup terkenal di kalangan islam di Garut Jawa Barat yaitu pembaringan terakhir atau Makam Eyang Papak. Di Garut sendiri memang terdapat beberapa situs atau pemakaman yang cukup terkenal dan sangat berjasa atas penyebaran islam di kota Garut seperti Makam Suci Godog yaitu pemakaman Prabu Kian Santang, Makam Sunan Cipancar, pemakaman Sunan Cipancar Sendiri, ataupun Situs Ciburuy Bayongbong yang merupakan situs peninggalan sejarah Prabu Kian Santang dan Prabu Siliwangi. 





Bila anda ingin mengetahui lebih lanjut info detail tentang beberapa pemakaman dan situs yang saya jelaskan diatas tadi anda dapat melihat website kami di www.hoteldigarut.net. Atau apabila anda ingin tahu info lain tentang semua tempat Wisata di Garut dan ingin mencari pembimbing untuk liburan anda dan Rombongan anda, anda tak usah bingung dan rugu untuk mendapat bimbingan dari HDG Team trip planner & event organizer sebagai salah satu pemandu terbaik dan terlengkap yang ada di kota Garut. Jika anda ingin mengadakan resepsi pernikahan di salah satu hotel yang ada di Garut anda juga dapat menghubungi HDG Team sebagai Event Organizer anda dapat langsung datang ke CV Hotel di Garut yang berada di Kp. Jambansari Rt. 04 Rw. 04 Bayongbong - Garut atau anda juga dapat menghubungi Telp. (0262) 543149.

Makam Eyang papak adalah merupakan Makam Pengeran Papak yang hidup dipertengahan abad ke-19 Masehi dikenal dengan julukan pangeran papak atau Sunan Papak. mempunyai arti seorang yang berbudi pekerti luhur dan tak pernah membeda-bedakan harkat derajat manusia (papak = rata, sama-indonesia). Anjuran kepada masyarakat agar hati selalu tentram. Dalam bahasa sunda beliau memberi nasihat dalam bahasa Sunda Ulah milu kabingung, miara kasusah, sangkan aya dina kagumbiraan manah yang berarti jangan dan memelihari kasusahan agar hati selalu tetap gembira.





Dari sisi silsilahnya beliau merupakan keturunan dari Prabu Laya Kusumah (Putra dari Prabu Siliwangi/Sri Baduga Maharaja) Nelandra Pakuan Raharja, yang mempersunting seorang Prabu Layarwangi. Tidak ada yang menyangka bahwa di kota dodol tersimpan begitu banyak potensi wisata alam dan sejarah budaya yang belum masyarakat luas mengetahuinya. Salah satu objek wisata sejarah budaya tersebut adalah Makam Eyang Papak Garut yang lokasinya di Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja. 

Dari arah kota anda harus menempuh jarak kira-kira 13 Kilometer untuk mengunjungi lokasi wisata ini dapat dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum, angkutan kota dengan jurusan Terminal Guntur - Sukawening berhenti di pasar wanaraja. Setelah itu perjalanan anda disambung dengan menggunakan ojek untuk tiba di lokasi wisata. Dengan mudah anda akan menemukan makam karena sudah populer di sekitar pasar wanaraja.







Related Posts

0 komentar: