Paket Liburan Murah

Anda bisa mendapatkan harga terbaik, karena lokasi tim kami yang betul-betul berada satu kota dengan Hotel atau Penginapan yang akan dituju karena kami hanya fokus di Bungalow, Villa, Kamar Hotel dan Penginapan serta Rumah Sewa yang berada di Kabupaten Garut.

Paket Wisata ke Puncak Darajat Garut

Paket Wisata ke Garut untuk rombongan cukup besar yang berencana akan melaksanakan Outing Perusahaan ataupun Gathering keluarga besar dengan target menginap di Puncak Darajat Garut sekaligus mendapatkan fasilitas Outbound di Mulih ka Desa.

Arung Jeram di Garut

Anda Hobi Arung Jeram ? Sering Rafting di berbagai Tempat ? Jika anda seorang 'petarung Jeram' berpengalaman, belum layak menyandang gelar 'Tukang Arung Jeram' jika belum mencoba Rafting dan jibaku di Jeram Sungai Cikandang Garut.

Wisata Alam Pantai Garut Selatan

Dengan pemandangan alam yang begitu alami menjadi daya tarik tersendiri bagi kita saat berwisata di Garut, dengan pegunungan dan pesawahan yang hijau dan asri membuat kita puas saat berlibur di kota intan tersebut.

Daftar Lengkap Objek Wisata

Tempat wisata di Kabupaten Garut sangat cocok untuk kita yang ingin menghabiskan masa liburan anda bersama keluarga atau teman-teman. Garut bagian dari tempat wisata yang ada di jawa barat yang indah dan mempesona.

Kamis, 22 Januari 2015

Kesenian Tradisional Khas Garut : Dodombaan

Tidak hanya tempat wisata, makanan khas, dan kerajinan saja yang dimiliki Kota Garut, Berbagai jenis kesenian daerah Garut yang menunjukkan kekayaan daerah dan keberagaman budaya di Indonesia menjadi ciri khas bangsa Indonesia di mata dunia. Bahkan kesenian daerah Garut juga sudah dikenal sampai ke mancanegara.



Jika anda datang di kabupaten Garut , ada kesenian yang erat sekali dengan masyarakat Garut yang sayang apabila tidak anda saksikan. Sudah banyak orang mengenal Domba Garut, tapi kesenian Dodombaan mungkin tidak semua orang pernah menyaksikannya.

Kalau di kabupaten Subang ada Sisingaan, Ponorogo terkenal reognya, Garut ada kesenian tradisional Dodombaan. Dodombaan yang ada di Kabupaten Garut ini tidak kalah menariknya dengan Sisingaan atau kesenian daerah lainnya. 

Kesenian Dodombaan ini tidak mengikutsertakan unsur kekerasan seperti adu domba yang dilakukan di Garut, yang terkenal dengan hewan dombanya yang memiliki tubuh kekar dengan kualitas yang sangat baik di bandingkan domba dari daerah lain. 

Kesenian Dodombaan ini tidak mengikut sertakan domba asli secara langsung dalam pertunjukan tersebut. Domba hanyalah dijadikan ikon (Kabupaten Garut) saja dengan cara membuat domba palsu/tiruan dari kayu yang oleh orang Garut disebut dengan Dodombaan. 

Kesenian Dodombaan ini hampir mirip dengan kesenian Sisingaan  yang terdapat di Subang, bedanya yang dijadikan ikon bukan singa tetapi domba. Kesenian ini tepatnya berasal dari desa Panembong kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut. 

Dalam kesenian Dodombaan unsur pementasanya di depan terdapat satu atau dua orang yang melakukan gerakan (ibing) pencak silat, karena pencak silat merupakan beladiri tradisional Sunda sebagai pengawal Dodombaan.
Posted by: Fitri Priyanti
Hotel di Garut Updated at: 19.50

Senin, 05 Januari 2015

Gunung Haruman Tempat Olahraga Paralayang

Sejak jaman dahulu kota Garut kaya akan potensi alamnya yang indah. Dengan udaranya yang sejuk mampu menghipnotis setiap wisatawan yang singgah di “Kota Intan” ini. Mulai dari pesona hutan, pegunungan, situ/danau yang indah, laut dengan ombak yang atraktif, sungai, pesawahan, perkebunan, sumber air panas, dan lain sebagainya.

Apabila anda berkunjung ke Kab. Garut untuk berwisata ada satu lagi tempat yang bisa ada kunjungi sebagai wisata sejarah. Tempatnya di daerah pegunungan yang sejuk dengan suasana  yang masih asri, yaitu gunung haruman. 



Gunung Haruman terletak di desa Haruman kecamatan kadungora , kabupaten Garut merupakan salah satu gunung di Garut yang di yakini menjadi tempat keberadaan benda peninggalan bersejarah, yakni batu yang berbentuk kepala kuda dan makam Syekh Jafar Sidik.

Menuruk kabid kebudayaan dinas kebudayaan dan pariwisata kabupaten garut, batu yang berbentuk kepala kuda tersebut di yakini oleh masyarakat warga sekitar sebagai peninggalan prabu Kiansantang. Sedangkan Syekh Jafar Sidik merupakan pemuka agama yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam pada jamannya.

Di kaki gunung haruman terdapat batu berbentuk kepala kuda. Berdasarkan penelitian dan kajian secara historis, batu tersebut merupakan batu Megalitik peninggalan jaman Pra-sejarah (Megalitikum = zaman batu besar). Dijelaskan bahwa batu yang berbentuk kepala kuda yang kondisinya masih sangat kasar itu merupakan tempat pemujaan yang dilakukan oleh masyarakat sekitar pada jaman pra-sejarah, yakni jaman orang belum mengenal sejarah. 

Mereka sengaja menempatkan batu kepala kuda tersebut karena keyakinan pada masa itu yang masyarakatnya masih mempercayai hal-hal gaib dan berbau mistis. Kepercayaan adanya hal-hal gaib berlanjut hingga generasi-generasi berikutnya dan hal ini sulit untuk dihilangkan dari budaya masyarakat Indonesia khususnya sekalipun jaman sudah modern, karena kepercayaaan ini sudah berakar dari masa nenek moyang bangsa Indonesia yang mempercayai animisme dan dinamisme. 

Gunung Haruman saat ini menjadi salah satu Tempat Wisata di Garut yang biasa digunakan untuk Olahraga Paralayang. Para Pecinta Paragliding banyak yang mencoba untuk menikmati alam dan suasana Wisata di Garut dari ketinggian Gunung Haruman.
Posted by: Fitri Priyanti
Hotel di Garut Updated at: 08.09

Senin, 29 Desember 2014

Makam Keramat Godog Suci

Sejarah Kota Garut tidak lepas dari berbagai tempat yang bisa dijadikan Wisata Budaya, Sejarah, dan juga Wisata Rohani. Jika anda mendapat kesempatan untuk melanglang buana ke Kota Garut,  sebaiknya jangan sia-siakan untuk  berwisata ke situs sejarah yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah yang berada di wilayah Indonesia, bahkan tidak jarang para wisatawan asing yang sengaja datang untuk mengenal situs-situs sejarah yang berada di Indonesia atau sekedar berwisata. 


Makam Kramat Godog  “Sunan Rochmat Suci” merupakan makan dari keturunan Prabu Kiansantang. Seperti kita ketahui, Prabu Kiansantang merupakan putra seorang Raja Pajajaran yang bernama Prabu Siliwangi. 

Prabu Kiansantang memerintah kerajaan Pajajaran menggantikan ayahnya pada tahun 1400 M. Pada hari-hari tertentu, Makam Kramat Godog dipadati peziarah. Setiap Makam yang dikeramatkan memiliki kisah, keunikan serta tradisi. 

Demikian juga dengan Makam Keramat Godog yang menyimpan cerita sejarah yang diyakini kebenarannya oleh penduduk sekitar. Tradisi “Ngalungsur” merupakan tradisi turun temurun yang selalu dilakukan para penduduk sekitar Makam Godog. 

Tradisi ini merupakan ritual Pajang Jimat yang dilakukan setiap bulan Maulud. Biasanya pada bulan tersebut, banyak peziarah yang datang dari dalam dan luar daerah untuk menyaksikan tradisi ini dan berziarah.

Jika tiba waktunya berziarah, Makam Kramat Godog dipadati peziarah. Sepanjang perjalanan menuju ke makam Godog, tampak barisan bis luar kota yang berjajar memenuhi bahu jalan. Untuk  bisa sampai ke tempat tujuan, para peziarah bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek yang sudah siap menunggu dan mengantar para peziarah ke Makam Kramat.  

Makam Godog terletak di Desa Lebak Agung. Sebenarnya letaknya tidak jauh, jaraknya kurang lebih 10 Km dari pusat kota Garut. Hanya memerlukan waktu 5 sampai 10 menit untuk sampai ke Makam Godog dan dapat ditempuh semua jenis kendaraan. 

Berbagai fasilitas di area Makam Kramat Godog diantaranya; 11 unit rumah kuncen, mushola, gapura, trap, pos jaga, dan tempat parkir yang telah disediakan bagi para peziarah.
Posted by: Fitri Priyanti
Hotel di Garut Updated at: 23.56

Minggu, 28 Desember 2014

Sejarah Kota Garut

Sejarah menyimpan cerita penuh makna dan akan menjadi petunjuk bagi manusia di masa yang akan datang. Sejarah akan bercerita dengan jelas tentang makna dari setiap detik waktu yang telah dilalui. Berbicara tentang sebuah kota, pasti memiliki sejarah yang tersimpan dibalik sebuah nama kota. Nama kota biasanya mengambarkan keadaan kota tersebut.


Jika kita mencoba menelusuri sejarah tentang sesuatu hal, kita akan lebih mengerti dan memahami hal tersebut sehingga akan mampu bersinergi dengan keadaan tersebut. Namun, hal tersebut terkadang tidak menarik bahkan terdengar membosankan bagi sebagian orang yang tidak tertarik untuk memahami dan mengenal sesuatu hal di luar dirinya.






Tapi tidak ada sesuatu yang sia-sia jika sedikit meluangkan waktu untuk sekedar mengetahui saja. Seperti halnya dengan asal nama Garut yang dijadikan nama sebuah kota kabupaten di propinsi Jawa Barat. Kilas sejarah singkat tentang kota Garut yang dikenal dengan julukan Kota Intan pada masa dahulu. Hal ini disebabkan karena kota Garut tampil dengan wajah yang bersih dan mulus seolah tanpa noda. 

Wajah Kota Garut pada beberapa puluh tahun kebelakang memang sangat bersih, di mana kota tertata rapi dan bersih. Setiap orang memiliki kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan alam dan lingkungan, sehingga terwujudlah kota Garut yang bersih dan nyaman. Maka, sangat tepat jika pada wajtu itu Kota Garut mendapat predikat "Kota Intan".











Ini terjadi pada waktu itu, pada masa yang telah lalu. Setidaknya pernah tercatat dalam sejarah bahwa Garut pernah menjadi kota yang bersih sehingga pantas menyandang gelar kota intan. Menurut sejarah, pada tahun 1813 rakyat Limbangan mendapat perintah untuk mencari tempat yang akan dijadikan Ibu Kota Limbangan. 

Setelah melakukan pencarian ke barbagai tempat di seluruh penjuru Limbangan, akhirnya ditemukan sebuah tempat yang dianggap cocok, yakni daerah subur yang dikelilingi pegunungan yang memiliki mata air telaga yang tertutup semak belukar. 

Rakyat Limbangan mulai membersihkan dan melakukan pembabatan semak belukar yang menutupi mata air telaga tersebut. Pada waktu mereka melakukan pembabatan, banyak orang yang kesakitan tergores semak belukar duri rumput perdu tersebut. 

Dari kata tergores (yang dalam bahasa Sunda Kagores), maka tercetuslah nama Garut yang kemudian dijadikan nama Ibu Kota Limbangan di Galuh Pakuan. Dalam perkembangan selanjutnya nama kabupaten berubah menjadi kabupaten Garut. 

Berdirinya Kota Garut pada tanggal 17 Maret 1813 bersamaan dengan pemindahan pusat pemerintahan dari Galuh Pakuan (Ibu Kota Limbangan) ke Garut. Maka, pada setiap tanggal 17 Maret diperingati sebagai hari jadi kota Garut.
Posted by: Fitri Priyanti
Hotel di Garut Updated at: 08.33