Situs Ciburuy Bayongbong

Situs Kabuyutan Ciburuy Atau Situs Ciburuy sebenarnya cukup dekat dengan lokasi Hdg team hanya cukup meluangkan waktu sekitar 5 - 7 menit untuk dapat sampai ke Situs Kabuyutan Ciburuy Bayongbong Garut. Tapi karena terlalu banyak tempat wisata di Garut yang perlu kami kunjungi seperti Rumah Makan Asep Stroberi, Resep Rumah Makan Cibiuk, dan Selebrasi di Rumah Makan Pujasega, jadi baru kali ini kami dapat menjelaskan serta menulis artikel tentang Situs Ciburuy Bayongbong

Tapi anda tak usah khawatir, jika anda anda ingin menetahui informasi seputar kawasan tersebut sekarang saya akan mencoba memberikan data-data yang cukup untuk anda, tapi jika anda masih kurang tentang informasi  dan ingin mengetahui lebih detail tentang informasi kawasan tersebut janganlah anda ragu untuk mengunjungi website kami di www.hoteldigarut.net.

Selain informasi Kawasan Ciburuy kami juga mempunyai informasi-informasi yang lebih detail tentang semua objek wisata yang ada di Garut bik wisata pegunungan, wisata kawah, ataupun tempat wisata digarut terpopuler dan terbaik. Nah dari pada anda bingung memilih tempat wisata di Garut mana yang harus anda kunjungi, lebih baik kita lanjutkan menulis tentang Situs Ciburuy Bayongbong.






Situs Ciburuy terletak di Desa Pamalayan Kecamatan Bayongbong, Garut Jawa Barat. Merupakan situs peninggalan zaman prabu siliwangi yang kemudian di lanjutkan oleh Prabu Kian Santang yang merupakan anak dari Sang Prabu Siliwangi. Dahulu tempat ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan oleh Prabu Kian Santang sebagai tempat bertarungnya para jawara-jawara pulau jawa.

Awal mulanya Prabu Kian Santang menjadikan tempat ini sebagai tempat bertarung adalah ia ingin bertemu dengan seseorang yang dapat mengalahkan dia dan ingin melihat darahnya sendiri. karena dalam sejarah di ceritakan bahwa sang Prabu Kian santang dalam hidupnya tidak pernah bertemu dengan orang sekuat apanpun yang dapat melukainya. dikisahkan dalam sejarah bahwa prabu kian santang menemukan  sebuah keris dan dia mendapatkan amanat untuk menancapkanya pada sebuah batu, sehingga pada sebuah batu keluarlah air, lalu dia disuruh mengikatkan keris tersebut pada sorbanya dan dihanyutkan hingga keris tersebut berhenti. Disitulah Prabu Kian Santang dapat menemukan lawanya yang sepadan denganya.







Pada suatu saat Prabu Kian Santang sedang mengadakan pertarungan di daerah tersebut tetapi tidak ada satupun yang dapat mengalahkannya. Hingga suatu saat datanglah utusan Sayyidina Ali yaitu H. Mustafa untuk melawan Prabu Kian. akhirnya Prabu Kian Santang dapat di kalahkan. Setelah kalah H. Mustafa memeberikan amanat kepada dia untuk pergi ketanah Suci bertemu dengan Sayyidina Ali dan senjata-senjata Prabu Kian Santang ditinggalkan di Ciburuy.

Peninggalan sejarah di situs Ciburuy ini antara lain keris, bende (Lonceng yang tebuat dari perunggu), kujang (senjata prabu siliwangi), trisula, tombak, dan tulisan Jawa Kuno yang di tulis Prabu Kian Santang diatas daun nipah dan daun lontar. Masyarakat sekitar segera rutin mengadakan upacara pencucian keris yang dilaksanakan setiap satu Muharam. Kawasan Situs Ciburuy juga terdapat larangan berupa pantangan yaitu setiap hari jum'at dan hari sabtu tidak boleh memasuki kawasan Situs Ciburuy.







Tulisan-tulisan Kuno yang terbuat dari daun lontar dan daun nipah. Naskah ditulis dengan menggunakan pisau pagot ada juga yang menggunakan getah pohon. Isi naskah antara lain mengisahkan antara petuah-petuah dharmariksa raja galunggung abad ke-12 seputar etika dan budi pekerti masyarakat sunda kuno. Jadi untuk para wisatawan dan para pengunjung yang ingin melihat langsung benda benda sejarah yang ada di Situs Ciburuy anda dapat datang saat ada di adakan upacara budaya seba di Situs Ciburuy Garut.

Tidak ada komentar :