Makam Keramat Godog Suci

Sejarah Kota Garut tidak lepas dari berbagai tempat yang bisa dijadikan Wisata Budaya, Sejarah, dan juga Wisata Rohani. Jika anda mendapat kesempatan untuk melanglang buana ke Kota Garut,  sebaiknya jangan sia-siakan untuk  berwisata ke situs sejarah yang selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah yang berada di wilayah Indonesia, bahkan tidak jarang para wisatawan asing yang sengaja datang untuk mengenal situs-situs sejarah yang berada di Indonesia atau sekedar berwisata. 


Makam Kramat Godog  “Sunan Rochmat Suci” merupakan makan dari keturunan Prabu Kiansantang. Seperti kita ketahui, Prabu Kiansantang merupakan putra seorang Raja Pajajaran yang bernama Prabu Siliwangi. 

Prabu Kiansantang memerintah kerajaan Pajajaran menggantikan ayahnya pada tahun 1400 M. Pada hari-hari tertentu, Makam Kramat Godog dipadati peziarah. Setiap Makam yang dikeramatkan memiliki kisah, keunikan serta tradisi. 

Demikian juga dengan Makam Keramat Godog yang menyimpan cerita sejarah yang diyakini kebenarannya oleh penduduk sekitar. Tradisi “Ngalungsur” merupakan tradisi turun temurun yang selalu dilakukan para penduduk sekitar Makam Godog. 

Tradisi ini merupakan ritual Pajang Jimat yang dilakukan setiap bulan Maulud. Biasanya pada bulan tersebut, banyak peziarah yang datang dari dalam dan luar daerah untuk menyaksikan tradisi ini dan berziarah.

Jika tiba waktunya berziarah, Makam Kramat Godog dipadati peziarah. Sepanjang perjalanan menuju ke makam Godog, tampak barisan bis luar kota yang berjajar memenuhi bahu jalan. Untuk  bisa sampai ke tempat tujuan, para peziarah bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek yang sudah siap menunggu dan mengantar para peziarah ke Makam Kramat.  

Makam Godog terletak di Desa Lebak Agung. Sebenarnya letaknya tidak jauh, jaraknya kurang lebih 10 Km dari pusat kota Garut. Hanya memerlukan waktu 5 sampai 10 menit untuk sampai ke Makam Godog dan dapat ditempuh semua jenis kendaraan. 

Berbagai fasilitas di area Makam Kramat Godog diantaranya; 11 unit rumah kuncen, mushola, gapura, trap, pos jaga, dan tempat parkir yang telah disediakan bagi para peziarah.

Sejarah Kota Garut

Sejarah menyimpan cerita penuh makna dan akan menjadi petunjuk bagi manusia di masa yang akan datang. Sejarah akan bercerita dengan jelas tentang makna dari setiap detik waktu yang telah dilalui. Berbicara tentang sebuah kota, pasti memiliki sejarah yang tersimpan dibalik sebuah nama kota. Nama kota biasanya mengambarkan keadaan kota tersebut.


Jika kita mencoba menelusuri sejarah tentang sesuatu hal, kita akan lebih mengerti dan memahami hal tersebut sehingga akan mampu bersinergi dengan keadaan tersebut. Namun, hal tersebut terkadang tidak menarik bahkan terdengar membosankan bagi sebagian orang yang tidak tertarik untuk memahami dan mengenal sesuatu hal di luar dirinya.






Tapi tidak ada sesuatu yang sia-sia jika sedikit meluangkan waktu untuk sekedar mengetahui saja. Seperti halnya dengan asal nama Garut yang dijadikan nama sebuah kota kabupaten di propinsi Jawa Barat. Kilas sejarah singkat tentang kota Garut yang dikenal dengan julukan Kota Intan pada masa dahulu. Hal ini disebabkan karena kota Garut tampil dengan wajah yang bersih dan mulus seolah tanpa noda. 

Wajah Kota Garut pada beberapa puluh tahun kebelakang memang sangat bersih, di mana kota tertata rapi dan bersih. Setiap orang memiliki kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan alam dan lingkungan, sehingga terwujudlah kota Garut yang bersih dan nyaman. Maka, sangat tepat jika pada wajtu itu Kota Garut mendapat predikat "Kota Intan".











Ini terjadi pada waktu itu, pada masa yang telah lalu. Setidaknya pernah tercatat dalam sejarah bahwa Garut pernah menjadi kota yang bersih sehingga pantas menyandang gelar kota intan. Menurut sejarah, pada tahun 1813 rakyat Limbangan mendapat perintah untuk mencari tempat yang akan dijadikan Ibu Kota Limbangan. 

Setelah melakukan pencarian ke barbagai tempat di seluruh penjuru Limbangan, akhirnya ditemukan sebuah tempat yang dianggap cocok, yakni daerah subur yang dikelilingi pegunungan yang memiliki mata air telaga yang tertutup semak belukar. 

Rakyat Limbangan mulai membersihkan dan melakukan pembabatan semak belukar yang menutupi mata air telaga tersebut. Pada waktu mereka melakukan pembabatan, banyak orang yang kesakitan tergores semak belukar duri rumput perdu tersebut. 

Dari kata tergores (yang dalam bahasa Sunda Kagores), maka tercetuslah nama Garut yang kemudian dijadikan nama Ibu Kota Limbangan di Galuh Pakuan. Dalam perkembangan selanjutnya nama kabupaten berubah menjadi kabupaten Garut. 

Berdirinya Kota Garut pada tanggal 17 Maret 1813 bersamaan dengan pemindahan pusat pemerintahan dari Galuh Pakuan (Ibu Kota Limbangan) ke Garut. Maka, pada setiap tanggal 17 Maret diperingati sebagai hari jadi kota Garut.

Outing Kampung Sampireun Garut : OJK Jakarta with HDG

Sekitar pukul 13.00 WIB, kami dan rombongan pun tiba salah satu Wisata Garut yang merupakan tempat menginap paling nyaman yaitu Resort Kampung Sampireun, dan segera memandu rombongan ke Lobby untuk penyambutan.

Salah satu rekomendasi kami jika ingin mendapatkan liburan yang maksimal terutama bagi tamu rombongan yang akan berlibur ke Garut dan mencari Tips Wisata Murah, bisa langsung menghubungi HDG Trip Planner di website www.hoteldigarut.net yang merupakan Pioneer Pemandu Wisata Garut yang terbaik.












Selama rombongan menikmati penyambutan khusus dengan musik tradisional dan bandreknya dari Kampung Sampireun, kami tim HDG dan Kawan-kawan dari Kampung Sampireun bekerja sama untuk membagikan name tag, kaos dan perlengkapan lain yang di khusukan untuk di bagikan kepada rombongan. 




Setelah semua perlengkapan tersampaikan, rombongan pun di persilahkan menuju resto Kampung Sampireun untuk ISHOMA. Kemudian setelahnya, rombongan di instruksikan ke kamarnya masing-masing untuk mengganti pakaian nya dengan kaos yang telah diberikan oleh tim HDG.

Pukul 14.30 WIB, kami tim HDG dan Game Master dari Kampung Sampireun bersiap untuk melaksanakan berberapa Fun Games yang akan di lakukan oleh rombongan wisata OJK. Beberapa Games yang dilakukan diantaranya ;
  1. Tangkap Belut
  2. Jalan di Titian
  3. Balap Kano / Balapan Perahu
  4. Gebuk Bantal
Game berakhir sekitar pukul 17.00 seperti yang sudah di rencanakan, dan selama Games berjalan, kami sangat senang melihat rombongan begitu sangat menikmati setiap Games yang dimainkan. Canda tawa rombongan bak bocah yang masanya penuh dengan permainan, doyan-doyanya saling menertawakan kawan-kawannya yang lain, membuat diri mereka basah tanpa ragu, dengan moment itu kami sebagai EO sangat amat merasa senang. 

Setelah itu, rombonganpun kembali ke kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri dan bersiap untuk dinner, begitu juga kami Tim HDG mempersiapkan diri untuk dinner bersama rombongan dengan tetap menjaga suasana tetap nyaman untuk rombongan. Sehabis maghrib kami dan rombongan kembali bertemu dan melakukan makan malam bersama.








Setelah makan malam, pukul 19.30 WIB rombongan pun bersiap-siap di ruangan meeting, karena di jam tersebut rombongan akan melaksanakan rapat, kami pun membiarkan rombongan mendapakan suasana rapat yang kondusif dengan kembali ke bungalow yang telah disiapkan Kampung Sampireun untuk tim HDG.

Selama 2,5 jam rombongan melakukan rapat, kami pun bersama seluruh tim melakukan rapat kecil di bungalow kami untuk persiapan acara esok harinya, karena dengan jadwal meeting rombongan begitu juga tim menandakan berpisah nya kami dengan rombongan pada malam itu Kamis, 4 Desember 2014. Pukul 22.00 rombongan dipersilahkan untuk istirahat malam. 



Sementara kami Tim HDG menghabiskan waktu sampai tengah malam untuk mempersiapkan acara esok harinya, tapi tetap menyempatkan istirahat malam juga, karena bagaimana pun kami harus fit untuk kegiatan besok bersama rombongan OJK Jakarta.

Pukul 01.00 WIB, Jumat 5 Desember 2014, kami tim HDG telah berbaring di pembaringan masing-masing, untuk tim wanita tentunya mereka mendapatkan King Bed nya, sementara untuk kaum pria.. yaa, taulah.... sofa dan extra bed nya yang disulap menjadi hamparan permadani yang tumbuh dengan bunga lavender-lavendernya yang ungu.

Tapi begitulah pria, harus tetap tangguh dalam segala keadaan. Karena bagaimanapun, esok harinya para pria akan disambut oleh senyum bidadari-bidadari yang sehat dan segar karena telah beristirahat di pembaringanya yang sangat indah dan nyaman. :D, begitulah kurang lebih Paket Wisata Kampung Sampireun yang didampingi oleh Hotel di Garut Trip Planner dan Tour Organizer.

Reportase by : Hidayansyah Indra